Article

Di Usia ke-80, Alan Redfren Tidak Berhenti Melayani Departemen Audit Gereja

Akuntan sewaan berulang tahun, 27 tahun bekerja di divisi

Sementara banyak orang di Kerajaan Inggris mengeluh mengenai pemenrintah yang mendorong usia pensiun sampai 68 tahun, Alan Redfern yang berusia 80 tahun masih kuat sebagai asisten direktur Pelayanan Audit General Conference (GCAS) di Divisi Trans Eropa di St Alabsn, Inggris.

 

Redfern, yang mulai bekerja bagi GCAS sebagai rekan auditor pada tahun 1990, masih dapat dilihat menaiki tangga setiap pagi, dan sering didapati pada piano, memimpin kebaktian pagi. Sesosok pria yang sangat menghidupi imannya, ia juga merupakan penatua pertama dari GMAHK St Albans.

 

Dilahirkan di Manchester, Inggris, pada tanggal 7 Februari 1937, Redfern menjadi seorang akuntan sewaan (mirip dengan akuntan umum bersertifikat di Amerika Serikat) pada tahun 1960. Bahkan sebelum mengambil pekerjaan di gereja, ia dengan senang hati memberikan waktunya untuk mendukung misi ini. Sampai dengan tahun 2002, ia naik ke posisi asisten direktur, dan di tahun 2011, menjadi manajer wilayah senior GCAS.

 

Menikahi Joyce Redfern, istrinya selama 52 tahun, ia bersukacita dengan dua anak, Ian dan Kristina, bersama dengan enam cucu laki-laki. Dengan semuanya itu, ia masih memiliki waktu untuk belajar bahasa-bahasa baru, membaca, memainkan piano, dan meningkatkan apa yang anaknya, Ian, katakan sebagai, “pengetahuan ensiklopediknya yang luar biasa atas beberapa subyek.” Namanya berada pada urutan pertama untuk kuis atau permainan trivial!

 

Mengapa ia masih bekerja di usia ke-80? Ian mengatakan, “Saya rasa motivasi utamanya adalah menikmati pekerjaan dan menikmati membantu orang-orang.” Rekan-rekan kerjanya akan setuju. Pada kejutan perayaan staf TED, atasannya, Sandra Grice, berbicara mengenai “semangatnya” dan bagaimana “ia bersedia untuk belajar dan bertumbuh — dan berbagi ilmu dengan orang lain.”

 

Vera Gietzmann bekerja dengan Redfern di kantor GCAS. Ia mengatakan, “Ia adalah rekan kerja yang paling luar biasa yang pernah ia temui.” Ia memperhatikan kesabaran dan ketenangannya, “bahkan ketika ia harus menjelaskan sesuatu ke seribu kalinya!”

 

Walaupun Redfern cukup tua untuk mengingat bahwa ia mengembangkan program akuntingnya sendiri dalam DOS pada disket 10’’ di tahun 1970-an, ia masih cukup muda untuk bercanda mengenai masa depannya. Pada acara, dikelilingi oleh para staf yang ia anggap sebagai teman-teman, ia mengutip ayat ALkitab kesukaannya, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9)

 

“Dengan janji itu,” katanya, “Saya sekarang siap untuk menghadapi 20 tahun ke depan.”

 

Penerjemah : Ivetta Inaray

Sumber : www.adventistreview.org/church-news/story4833-at-age-80,-alan-redfern-won’t-stop-serving-church’s-auditing-department

Kembali ke daftar